Mengapa ‘Idul Fitri’ lebih sering digunakan daripada ‘Idulfitri’ (tanpa spasi)?

Mengapa ‘Idul Fitri’ lebih sering digunakan daripada ‘Idulfitri’ (tanpa spasi)?

Bentuk baku menurut KBBI4 adalah ‘Idulfitri’, namun jika kita melihat penggunaannya di masyarakat, hampir semua orang menulisnya dengan spasi (‘Idul Fitri’). Mengapa demikian? Mungkin salah satu penyebabnya adalah jumlah silabel yang biasa digunakan dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan data dari Indonesian Frequency Dictionary (Quasthoff & Kwary, 2015), rerata jumlah silabel per kata pada seribu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia adalah 2,28. Dengan demikian, penulisan dengan 2 silabel per kata (yaitu ‘Idul Fitri’), lebih sering ditemui daripada penulisan dengan 4 silabel (yaitu ‘Idulfitri’). Mana yang benar? Secara preskriptif, tentu tetap ‘Idulfitri’ yang benar. Secara deskriptif, ‘Idul Fitri’ lebih disukai oleh masyarakat.
Bagaimana pendapat rekan-rekan?

Komentar

  • Dalam penulisan bahasa Arabnya, Eid Al-Fitr adalah dua kata yg memiliki arti yg berbeda walaupun tidak ada spasi di antara kedua kata tersebut (penulisan bhs Arab tidak mengenal spasi). Akan tetapi, dlm bhs Indonesia, dua kata yg berbeda umumnya dipisahkan dengan spasi. Oleh karena itu, Idul Fitri lebih populer.
  • 1) dalam b.indonesia, bentuk multiword expressions (MWE), bahkan yg semantically non-compositional, bisa ditulis dengan spasi, meskipun secara makna mereka adalah satu unit tak terpisahkan (e.g terima kasih, tanggung jawab).

    2) merupakan entri tersendiri dalam KBBI. idul, meski bukan entri tersendiri, maknanya tetap plausible dr MWE idulfitri dan iduladha yang frekqensinya cukup tinggi dlm b.indonesia

    3) secara semantik, komposisi idul dan fitri masih semantically compositional

    4) mungkin yg perlu dibahas adalah mengapa secara preskriptif, idul dan fitri digabung tanpa spasi:)

    5) sy sdg tidak di depan PC, tp kalau ada yg menggunakan PC bisa dibandingkan google hit untuk idulfitri dan idul fitri secara empiris
  • ralat
    2) fitri merupakan entri tersendiri....
  • Pendapat yang menarik, Pak Prihantoro. Mungkin Bu Dora Amalia atau rekan dari Badan Bahasa bisa membantu menjawab, mengapa secara preskriptif, idul dan fitri digabung tanpa spasi? Apakah berkaitan dengan penjelasan Bu Hilda (hildinza) di atas? Data jumlah hit dari penelusuran lanjut di Google adalah 1,05 juta untuk Idulfitri, dan 1,09 juta untuk Idul Fitri.

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.