The way you access our dictionary content is changing.

As part of the evolution of the Oxford Global Languages (OGL) programme, we are now focussing on making our data available for digital applications, which enables a greater reach in delivering and embedding our language data in the daily lives of people and providing more immediate access and better representation for them and their language.

Because of this, we have made the decision to close our dictionary websites.
Our Oxford Indonesian living dictionary site closed on 31st March 2020, and this forum closed with it.

We would like to warmly thank everyone for your participation and support throughout these years – we hope that this forum, and the dictionary site, have been useful.

You were instrumental in making the Oxford Global Languages initiative a success!

Find out more about what the future holds for OGL:
https://languages.oup.com/oxford-global-languages/

Pemahaman Target dan Source Language yang Baik: Bagaimana Solusinya?

Dalam memahami teks buku pembelajaran bahasa Inggris, kemampuan siswa untuk memahami terjemahan dalam tataran kalimat kompleks apalagi paragraf masih cukup sulit. Secara leksikal siswa mampu menangkap makna perkata, tetapi mereka belum dapat menangkap ide pokok atau gagasan dalam sebuah paragraf dengan baik. Ada sebuah anggapan bahwa untuk mampu menterjemahkan atau memahami dengan baik sebuah pemahaman target language (bahasa Inggris) diperlukan juga penguasaan source language (bahasa Indonesia) yang baik. Bagaimana menurut Bapak Ibu yang budiman strategi dan juga pendekatan yang dapat kita lakukan untuk hal tersebut. Terima kasih.

Komentar

  • Kalau merujuk pada Baker (2011: 9), "as translators, we are primarily concerned with communicating the overall meaning of a stretch of language. To achieve this, we need to start by decoding the units ... The smallest unit ... is the word." Jadi, memang dasarnya adalah pada makna kata. Akan tetapi, Baker juga menyebutkan Grammatical, Textual, dan Pragmatic equivalences. Saat ini saya belum khatam dgn buku tsb. Mungkin teman-teman yang lain bisa membantu menjawab?

  • Ada dua hal yang penting dalam pertanyaan bapak. Satu adalah kemampuan siswa untuk memahami (Reading comprehension) dan kemampuan siswa untuk menerjemahkan (translation). Kedua hal ini adalah hal yang berbeda walau dalam menerjemahkan dibutuhkan kemampuan atau keahlian dalam memahami teks yang diterjemahkan.
    Untuk menjawab hal yang pertama, untuk memahami bacaan, siswa perlu mendapatkan latihan-latihan untuk menguasai reading skills seperti skimming, scanning, drawing conclusion, context clues, dll. Mereka tidak perlu diajarkan untuk memahami (atau menerjemahkan) setiap kata dalam bacaan. Memahami bacaan dengan cara menerjemahkan ke dalam bahasa ibu tidak lagi dianjurkan. Bahkan salah satu skill yang diajarkan adalah menebak arti suatu kata dari konteks yang diberikan.
    Untuk hal yang kedua, yaitu penerjemahan. Untuk dapat menerjemahkan dengan baik, siswa atau penerjemah harus menguasai pasangan bahasanya; Bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penguasaan satu bahasa saja tidaklah cukup. Bahkan penguasaan kedua bahasa saja tidaklah cukup untuk dapat menerjemahkan dengan baik. Diperlukan juga penguasaan konteks/budaya, penguasaan teks, penguasaan subjek penerjemahan, dll.
    Semoga jawaban saya dapat membantu.

  • Terima kasih Bu Hilda, atas tanggapannya. Bu Rochayah juga sudah berkenan memberikan jawaban. Silakan dibaca di link ini https://forum.oxforddictionaries.com/id/discussion/15/penerjemahan#latest

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.